Jumat, 30 April 2010

Kesalahan Pada Waktu Belajar, Itu mah biasa!

Saya nyaris yakin bahwa Kalian pasti bisa mengendarai sepeda. Roda dua maksud saya. Saya mengajak Kalian berkelana ke masa lalu. Mari...

Kalian pasti masih ingat bagaimana indahnya masa-masa itu. Masa kanak-kanak ketika kita merasa begitu bebas dan merdeka menjelajahi pelosok kampung kita, atau malah ke kampung-kampung tetangga, dengan bersepeda.

... Masih ingatkah Kalian

, tentang segala hal yang Kalian alami sebelum masa-masa indah itu bisa Kalian nikmati?

Maksud saya, saat kita baru belajar menaiki sepeda. Saat kita dilanda gelora emosi karena belum juga bisa mengendalikan dan menyeimbangkan posisi bersepeda. Saat itu, kita melakukan begitu banyak kesalahan. Inilah di antara kesalahan yang pernah saya buat kala itu:

1. Jatuh ke selokan.
2. Menabrak pagar rumah orang.
3. Nyelonong keluar dari gang dan menyeruduk mobil lewat.
4. Menabrak sepeda teman.
5. Terpeleset pasir.
6. Rem blong.

Kalian tambahkan sendiri pengalaman Kalian.

Saat itu, setahu saya, belum banyak helm pengaman dijual. Apalagi pengaman siku dan lutut seperti yang banyak beredar sekarang. Masih bagus, jika waktu itu sepeda Kalian punya rem yang berfungsi dengan sangat baik.

Saya sendiri, pernah belajar dengan sepeda yang tidak punya rem. Waktu itu, cara saya menghentikan sepeda adalah dengan menekan sandal jepit saya langsung ke roda depan. Ha...ha...ha. . berhenti juga, walaupun overshoot (landing melebihi batas landasan).

Dengan segala kesalahan dan blunder yang saya lakukan itu, banyak yang terjadi pada diri saya:

1. Lecet dan keseleo.
2. Lutut memar.
3. Tulang kering luka dan terkelupas.
4. Sikut carut-marut.
5. Kadang ya benjol juga jidat.
6. Dimarahi orang, ini pasti.

Belum lagi menangis, atau berkelahi berebut sepeda, dan diomeli orang tua atau tetangga.

Lagi, Kalian bisa tambahi daftar ini.

...

Jawab pertanyaan saya, apakah semua kesalahan dan blunder itu, membuat Kalian berhenti belajar naik sepeda?

Mengapa?

Ya! Tepat sekali, Kalian ingin bisa.

The power of dream!

Kekuatan impianlah yang membuat Kalian tetap berjuang dan belajar keras. Sampai bisa.

Kini, hari ini, saya yakin bahwa semua kesalahan dan blunder dari masa-masa itu, justru menjadi bagian dari keindahan itu sendiri. Setuju?

Jawab lagi pertanyaan saya. Kok bisa, kekuatan impian Kalian begitu besarnya?

Ini rahasianya.

Ketika Kalian kecil, Kalian masih polos. Kalian belum banyak dicekoki dan "diracuni" oleh berbagai pengertian dan pemahaman tentang benar atau salah, dan tentang baik atau buruk.

Saat itu, Kalian sangat yakin dalam menyikapi segala kesalahan dan blunder yang terjadi. Di mata Kalian, semua kesalahan dan blunder adalah semata-mata "kesalahan teknis".

Sejalan dengan usia dan pendidikan Kalian, Kalian mulai menyusun dan mengorganisir berbagai konsep dan pemahaman tentang salah, benar, baik, dan buruk. Tentang moralitas dan idealisme kehidupan. Sampai hari ini.

Ternyata, tanpa Kalian sadari, Kalian mulai merumuskan sebuah konsepsi baru tentang kesalahan, yaitu "kesalahan moral". Dan yang sangat sering terjadi, adalah kekurangwaspadaan Kalian dalam memisahkan dua macam kesalahan itu.

Maka mulai sekarang, camkanlah ini.

Jika Kalian mau melakukan sesuatu, dan kemudian menemukan berbagai kemungkinan kesalahan dan blunder yang mungkin akan terjadi, jangan langsung berhenti. Uji dahulu semua itu dengan menjawab pertanyaan-pertanya an ini:

Apakah jika kesalahan atau blunder itu terjadi, akankah:

1. Membuat Kalian berdosa?
2. Membuat Kalian masuk neraka?
3. Membuat Kalian masuk penjara?
4. Mencederai moralitas dan keyakinan Kalian?
5. Melukai orang-orang yang Kalian cintai?
6. Merugikan khalayak?

Jika Kalian bisa menjawab "tidak", maka segala kesalahan itu semata-mata hanya "teknis" sifatnya. Dan "kesalahan teknis" semacam ini, selalulah merupakan pembelajaran. Penting, dan bernilai untuk Kalian. Jangan berhenti.

JANGAN BERHENTI!

Coba pertimbangkan hal-hal ini.

Kalian mau membuka warung kelontong di garasi Kalian, dan tetangga seberang rumah Kalian sudah lebih dahulu membuka warung di garasinya. Kalian ingin sekali, tapi Kalian membatalkannya, karena "tidak enak hati".

Di Mangga Dua sana, ratusan toko elektronik berjajar rapi menjual barang yang identik dan persis sama. Rezeki ada yang mengatur!

Kalian mau mengejar cita-cita, kemudian sekitar Kalian memberi masukan negatif. Kalian mau berhenti? Apakah Kalian mau bilang, "apa kata orang nanti?"

Sudahlah. Jika Kalian mampu menjawab "tidak" untuk enam pertanyaan di atas, lakukan saja!

LAKUKAN SAJA!

Di ballroom hotel Twin Plaza kemarin, ada seorang peserta yang bertanya kepada saya, "Pak, saya kok sering merasa terdemotivasi, gimana pak?" Saya bilang, "Bukan pak, Kalian hanya sedang terdiskoneksi. ... - dari mimpi."

"People often think that they're being demotivated by their situations. No, they're just being disconnected from their dreams."

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://www.motivasi -komunikasi- leadership. co.cc


Kerjakan take home test ini :
Kelas X : kesetimbangan benda tegar
Kelas XI: Soal-soal Fluida
modul-modul bahan Ulangan harian : 1. Pengukuran Massa Jenis
2. Tegangan Permukaan
3. Pengukuran viskositas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar